RSS

Arsip Bulanan: September 2010

(Pengalaman Kuliah di Taiwan 12) Bersepeda – Xindian, di Suatu Pagi

Bismillah…


Pukul 10 malam kutinggalkan Lab E 603 setelah suara gaduh teman-teman lab mulai membuyarkan konsentrasiku menyusun file input loading untuk simulasi thesisku. Bau bir dan dalam kondisi setengah mabuk mereka bercerita panjang lebar. Kudengar beberapa dari mereka sudah mulai ngawur. Sebaiknya, kembali ke dorm lalu bersiap-siap untuk melakukan aktivitas esok hari. Salah satu yang sudah kurencanakan adalah bersepeda di sepanjang Riverside. Pengganti olahraga pagi, setelah rutin main Tenis dua minggu terakhir.

Taipei 101 di sebuah sudut perjalanan

Pukul 4.30 pagi, kesadaranku kembali hadir setelah tertidur hampir 6 jam. Kubasahi sebagian anggota tubuhku dengan wudhu, membangunkan teman sekamar untuk sholat subuh, lalu melakukan rutinitas seperti biasa. Sholat fajar, subuh, tilawah 2 lembar, kemudian bersiap-siap bersepeda pagi ini. Kaos oblong putih bertuliskan Bogor-Indonesia, pemberian sahabatku, Heri kupakai bersama celana training yang kubeli murah di pasar Yonghe, hanya 50 NT :D . Kulangkahkan kaki menuju IB building tempat sepeda diparkir, tidak ketinggalan, HP bersama beberapa musik ringan yang akan menemani perjalanan bersepeda selama 2 jam juga disiapkan, dan yang terpenting, air minum serta 2 buah roti cokelat sebagai menu sarapan di tengah perjalanan. Rasanya semua sudah siap.

Sepeda yang kugunakan

Bekal Perjalanan Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by pada 3 AMpTue, 28 Sep 2010 01:42:50 +000042Selasa 2007 in Taiwan-Studi

 

Kaitkata: , ,

Hidup, Dalam Sebuah Perenungan

Bismillah…


Hidup mengajarkan kita untuk bertahan

Melatih kita untuk berlari dalam keterbatasan

Menguji nyali kita hingga di titik akhir ketidakberdayaan

Bahkan, ia mampu menjadi duri-duri tak berkeseduhan di jalan-jalan perjuangan

Sebab, hidup adalah waktu sebelum kita meraih 2 kemungkinan

Kesuksesan dari usaha, atau kekalahan karena kelalaian

Manakah yang akan kau pilih ?

kuingin mengajak alam pikirku untuk menikmati sisi lain dari pribadiku, berpikir secara mendalam tentang perjalanan waktu yang telah berlalu hingga hari ini. Mengaitkan satu-persatu kejadian yang tidak bisa kita katakan sebagai sebuah kebetulan, melerai tumpukan-tumpukan kertas kehidupan yang menjadi catatan sejarah setiap manusia, hingga menuliskan catatan-catatan kelam yang pernah tercipta, walau hanya untuk sekedar di raba. Pada akhirnya, tertuanglah sebuah kesimpulan. “Bahwa sejatinya hidup ada pada hidupnya hati kita”. Sejauh manapun engkau mengelana, seberapa tinggipun gelar pendidikan yang kau dapatkan, atau sebanyak apapun harta yang kau kumpulkan, selama hatimu telah mati, maka bisa dipastikan, engkau tak pernah merasa puas dan berhenti untuk mengejar dunia. Sebab keinginan untuk melapangkan hidup kita, tanpa memperhatikan kelapangan hati kita, akan berakhir pada titik TIDAK TERBATAS yang akan terus berlanjut hingga dunia melelahkanmu.

Sudah 1 tahun aku mengembara jauh dari negeri tercinta. Menelisik cerita yang pernah kuimpikan sebagai wujud realisasi berbagai cita, bahkan, pengembaraanku adalah lambang capaian terbaik yang pernah kurasakan dalam hidupku. Berbagai asa, keinginan, harap dan semua yang terangkum dalam kalimat masa depan telah kubawa bersama kotak rahasia yang kusimpan erat di dalam jiwa. Mencoba menguatkannya detik demi detik hingga semua yang tersembunyi di dalamnya, akan semakin berkilau, kemudian, merekalah yang akan menjadi penuntun jalanku hingga mampu kuretas kepingan-kepingan cita yang berserakan. Hanya saja, ternyata semua tak semudah yang dibayangkan. Kita punya fitrah sebagai manusia, kita punya tumpukan kenangan masa lalu yang kelam, kita punya kekuatan jiwa yang tak selalu stabil, bahkan, meskipun semua kekuatan telah coba kita kumpulkan, namun retak-retaknya jalan yang pernah ada pelan-pelan akan menguraikan semua kekokohan yang telah kita bangun. kelemahan-kelemahan ini menjadi senjata ampuh bagi para musuh malaikat untuk mengalihkan jalan kita menuju jalan kegagalan.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada 3 PMpSat, 25 Sep 2010 14:42:01 +000042Sabtu 2007 in Me

 

Tips Mendapatkan Beasiswa ke Taiwan (1)

Bismillah…

Sudah sejak lama sebenarnya saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan mendapatkan beasiswa ini. Alasannya sederhana saja. KARENA BANYAK YANG BERTANYA. Tidak ada salahnya berbagi sembari menghilangkan stagnasi riset Thesis yang belum juga ada ujungnya :P

Untuk edisi pertama, saya akan share cerita bagaimana caranya mendapatkan beasiswa di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), atau sekarang dikenal dengan nama Taiwan Technology. Beberapa bagian berikutnya, kemungkinan -jika ada niat dan kesempatan menulis- akan saya share beberapa pengalaman dan prosodur mendapatkan beasiswa di beberapa kampus lain, juga beasiswa dari pemerintah Taiwan (pengalaman beberapa sahabat).

1. Beasiswa di NTUST itu gampang-gampang susah

Jika anda pemburu beasiswa, maka sudah dipastikan anda sangat paham dengan persyaratan beberapa beasiswa yang cukup “berkelas” dan dikejar oleh banyak peneliti/dosen/fresh graduate dari berbagai negara. Sebut saja FULLBRIGHT (USA), ADS (Australia), Monbusho (Jepang), maka deretan beasiswa ini dijamin punya tingkat persaingan yang sangat tinggi. Anda butuh nilai TOEFL yang mumpuni (Diatas 570), IPK yang “aduhai”, serta rekomendasi dari orang-orang hebat baik dibidang akademisi maupun yang berhubungan langsung dengan proses aplikasi beasiswa ini. Saya sendiri belum punya pengalaman mencobanya, hanya saja cerita dari beberapa sahabat, untuk mengejar beberapa beasiswa ini termasuk sangat sulit jika dibandingkan dengan ketika anda hendak melamar beasiswa ke Taiwan.

Kenapa beasiswa di NTUST itu mudah ?

Jawabannya, karena persyaratannya tidak sesulit sebagian besar beasiswa diatas. Syaratnya adalah : Read the rest of this entry »

 
7 Comments

Posted by pada 3 PMpFri, 24 Sep 2010 15:04:54 +000004Jumat 2007 in education and scholarships, Taiwan-Studi

 

Kaitkata: ,

Bersama Mereka

Bismillah..

Berteman mimpi

Berselimut harap

Kukukuhkan hati dan jiwa, agar ia mampu bertahan dalam gejolak..

Bersahabat sunyi

Beriringan bersama damai

Kulangkahkan jejak, hingga ia tak pernah mau untuk berhenti..

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 3 PMpThu, 23 Sep 2010 13:42:40 +000042Kamis 2007 in Puisi

 

Kaitkata: ,

Inikah Melankolis ?

Bismillah….

Sedang berpikir untuk menuliskan kisah-kisahku pribadi yang lebih ringan. Sudah hampir setahun, ketika hendak menulis, biasanya ingin yang serius-serius. Kalau kuingat-ingat, blog lama di Multiply yang sudah masuk “kuburan” lebih banyak tertuang kisah-kisah keseharian yang dengan sengaja kutulis untuk melapangkan hati, atau justru hanya sekedar berbagi. Beberapa hari terakhir ini, aku memutuskan untuk menulis hal-hal sederhana yang setidaknya menarik buatku. Sebagai pengingat ketika waktu mulai berkejaran, karena tanpa terasa, kurang dari satu tahun lagi selesai sudah studi S2-ku. Syaratnya, THESIS-ku SELESAI :lol:

2 minggu, ya… sudah dua minggu rupanya, aku berhasil mengembalikan kehidupan normalku. 3 bulan terakhir, kacau balau penjadwalan hidupku. Tidur jam 6/7 pagi dan baru bangun sekitar jam 1/2 siang. Duhur telat, badan ga segar, kerjaan ga jalan, dan saya pribadipun tidak menikmatinya :D Semua dimulai ketika harus begadang semingguan ketika menyelesaikan final project FEM di semester 2 kemarin. Efeknya masih terasa sampai sekarang. SUSAH TIDUR. Untung saja, saya juga tidak suka hidup berlama-lama seperti ini.

Bangun jam 4 pagi, subuhan, main tenis, mandi, ke Lab, dan kembali ke dorm ketika pukul 10/11 malam. Begitulah rutinitasku. Sesekali membantu menemani teman-teman mahasiswa baru yang sedang punya keperluan, atau ke beberapa tempat untuk menyelesaikan beberapa tugas. SEGAR, ga ngantukan, riset lancar, progress ke Prof. OK, dan hidup terasa lebih bergairah :D

Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by pada 3 AMpThu, 23 Sep 2010 01:54:55 +000054Kamis 2007 in Me, Taiwan-Studi

 

Kaitkata: ,

Do You Have a Girlfriend ? – Dari Pacaran Hingga Ta’aruf -

Bismillah…

Keluar dari dormitory tadi, tiba-tiba saya di sapa oleh teman vietnam yang sering duduk bersebelahan ketika kelas Finite Element Method. Cukup akrab denganku. Rupanya beliau sedang menunggu kedatangan pacarnya, yang -sepertinya- orang lokal Taiwan. Beliau termasuk satu dari beberapa orang yang sering bertanya tentang pacar kepada saya.

“Do you have a girlfriend ?” begitulah pertanyaan singkat dari beliau ketika sedang break kelas FEM.

“No.. I do not have a girlfriend” Sambil tersenyum kujawab pertanyaannya.. :)

“Kenapa ? ga punya waktu ya.. ? Soalnya kamu sibuk sekali belajar dan nge Lab”

Jiaaaaah.. saya malah kaget respon ini. Heran juga saya di bilang Rajin. Padahal jika tiap hari saya menghabiskan belasan jam di Lab, belum tentu saya belajar lho.. lebih banyak mainnya :p memang penampakan itu bisa menipu :D

“No… ga.. saya nge lab bukan berarti belajar tiap hari..” Sambil tersenyum miris.

Mulailah saya menjelaskan panjang lebar konsep “pacaran” menurut Islam yang kami yakini. Teman Rusia di sebelah saya kebingungan dan akhirnya tidak ikut “terjun” dalam diskusi.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada 3 AMpSat, 18 Sep 2010 01:11:44 +000011Sabtu 2007 in Dakwah, Taiwan-Studi

 

Kaitkata: , , ,

Untuk-Mu, cintaku..

Bismillah…

Kutitipkan setitik rindu pada-Mu. Pada zat yang tak pernah tidur dan lelah mendengar keluh setiap manusia. Sanggupkah setiap tetesan air mata yang mengalir deras karena kecintaan yang meletup kepada-Mu mampu memberi sejarah baru ? ataukah ia hanya akan datang semusim, lalu pergi menjauh, berlari dan meninggalkan semua jejak-jejak yang pernah terukir. Padahal, hiduplah manusia selalu tak lama, dan frekuensi kebaikan mereka selalu berbeda disetiap waktunya. Dimanakah akhir kita ? akankah terdampar pada hempasan ombak yang menghentakkan, ataukah akan berlabuh pada dermaga-dermaga biru yang telah dinanti oleh orang-orang yang lelah berjuang dijalan-Nya ?

Sesak dan tersentak serasa bergabung mencari tempatnya untuk bernafas. Apalah arti jiwa tanpa-Mu, apalah makna hati tanpa-Mu, dan apalah arti pengorbanan jika tidak dilindasi cinta kepada-Mu. Hanya saja, cinta kepada-Mu tidak akan pernah sama dengan cinta kepada makhluk-Mu, setiap kali kita menjauh, maka kesempatan untuk mendamba-Mu akan semakin terkikis. Semakin sering kita memuja-Mu, semakin kuat pula getar-getar rindu kepada-Mu. Pertanyaannya, sesering apakah kita merindui-Mu, sesering apakah hati tertuju pada-Mu ? Rabb… jika sajaIstiqomah itu bisa di beli, maka beritahukanlah berapa harganya ? Kami akan berjuang memilikinya. Hanya saja, kami sadar ia tak dijual, ia tak di beli, sama halnya keimanan ia tak pernah bisa diwarisi.

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada 3 AMpFri, 17 Sep 2010 00:03:44 +000003Jumat 2007 in Taiwan-Studi

 

Kaitkata: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.