RSS

Arsip Bulanan: Oktober 2010

The Story of Thesis(3) — Hasil “Kuliah” Singkat Via Facebook

Bismillah…

Sesuatu yang tak pernah saya sangka dan saya mempercayainya sebagai rahasia Allah adalah keterikatan riset Thesis saya dengan pembimbing S1 saya, bapak Sri Atmaja., PhD. Walau tentu saja, masih agak berbeda (mungkin jauh bedanya). Kesamaannya terdapat pada beberapa konsep dasar riset saya berkaitan dengan penelitian beliau karena sama-sama menggunakan metode NDT untuk diaplikasikan di civil structures.

Saya cukup surprise karena mengira ketika masuk lab material concrete technology Taiwan Techology, saya akan berjibaku dengan tema-tema alternative material untuk substitusi semen seperti menggunakan slag, fly ash dan kawan-kawannya. Ternyata, bidang-bidang riset seperti ini sudah cukup lewat masanya disini. Jadilah saya di arahkan risetnya ke Non Destructive Test (NDT). ITU SAJA… selebihnya, Prof. saya membiarkan saya bebas berekspresi.. Alhasil, sampe sekarang saya masih sulit memprediksi apakah riset ini akan kelar dengan sisa waktu 9 bulan ? Jika saya tak bisa menyelesaikannya, tamatlah riwayat saya, karena jatah beasiswa HANYA 2 TAHUN.. Teman lab saya, Bo tsu CHen., PhD. hanya tersenyum dan mengatakan.. “You should take your PhD here if you want to finish your research..”

This is the ultrasonic testing

weleh.. Jadikan ini sebagai tantangan saja.. toh ada Allah.. gagal dan berhasil nya saya tergantung pada Usaha, Do’a dan sudah pasti yang paling mutlak yaitu atas kehendak-Nya. Mudah2an ini modal bagus untuk belajar sebelum lanjut PhD.. Amiin.. Read the rest of this entry »

 
7 Comments

Posted by pada 3 PMpWed, 27 Oct 2010 12:06:18 +000006Rabu 2007 in Taiwan-Studi

 

Kaitkata: , ,

Oase itu bernama

Bismillah….

Di padang sahara yang gersang, selalu terdapat oase yang memberi ketenangan. Ia bukan hanya jawaban atas kehausan bagi para musafir, namun juga menjadi taman-taman penyejuk bagi hamparan pasir yang hanya berkawan dengan sesamanya. Airnya yang bening, teduhnya yang damai, serta gemerciknya yang berhamburan bersama sengatnya mentari, adalah jejak-jejak rindu bagi para pengembara yang lelah setelah payah melakukan perjalanan. Di sahara inilah kuingin menemukan Oase itu.

Keringat yang bercucuran, jantung yang berdebar tak menentu, atau hembusan nafas yang memburu karena telah salah mengambil langkah di hamparan pasir ini, laksana kekhilafan yang terus menerus tercipta. Kelalaian yang merupakan sifat dasar seorang manusia, selalu akan terus ada dalam keseharian kita. Ia menghapus setitik cinta yang kita semai untuk-Nya, bahkan bisa menjadi penghalang bagi cahaya-cahaya hidayah yang setiap waktu di sediakan oleh-Nya. Begitulah, selagi khilaf telah menghinggapi kita, maka yang kita temukan adalah jiwa yang mulai goyah, ketenangan yang mulai pamit entah kemana, hingga semua episode hidup yang terlewati dalam hitungan masa berikutnya seperti hantaman kesulitan karena sempitnya hati kita.

Maka, Saudaraku, tahukah kau Oase itu ada di mana ? Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by pada 3 AMpTue, 26 Oct 2010 03:28:12 +000028Selasa 2007 in Me, Puisi

 

Kaitkata: ,

Dalam Dekapan Ukhuwah

Bismillah…

 

Akhina.. mendalami agungnya cerita para sahabat yang terlingkar dalam dekapan ukhuwah, membuatku banyak menerawang semua kisah yang mungkin sangat tak berbekas dibanding mereka..

Hanya saja, cerita-cerita sederhana itu, seperti menjadi kenangan-kenangan yang akan selalu membuat saya berkata ke dalam diri.. “bahwa dalam dekapan ukhuwah, kutemukan jalan cinta untuk Yang Maha Cinta..” Sejatinya, ia bukan hanya sekedar membuatku lapang dalam sempit, atau merasa sangat antusias meski lelah, lebih dari itu semua, dalam dekapan ukhuwah mengajarkan kepadaku untuk lebih memahami bahwa persaudaraan yang kokoh berdiri adalah jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita.. “Akankah kita mampu bertahan ?”…

Dalam dekapan ukhuwah akhina… Kudo’akan kita masih Istiqomah, kita tak mau kalah untuk berkeringat, kita tak mau resah untuk sebuah pekerjaan yang terasa berat..

Dalam dekapan ukhuwah akhina.. Kutitipkan semua kekuatan yang mungkin aku punya dan kau tak punya, agar ia terbang bersama, kemudian kita mampu saling bertukar semangat…

Dalam dekapan ukhuwah akhina.. Kukirimkan setumpuk harap yang sederhana, namun berharap ia mampu saling menguati, kalimat sederhana ini hanyalah catatan-catatan bagi cerita perjalanan kita yang tak banyak diketahui orang selain diri kita, Allah dan orang-orang yang ikhlas bersama-Nya..

Dalam dekapan ukhuwah akhina… Kutanamkan ikhlas sebagai pedoman, kusemai iman sebagai kekuatan, dan kusuburkan keyakinan sebagai jawaban dari setiap persoalan.. Seperti hamparan kisah Hajar dengan keyakinannya pada Allah, seperti tumpukan rasa yakin Yunus as dalam do’a-do’a penuh penghambaannya.. Semuanya akhina, ikhlas, iman, dan keyakinan yang kokoh mengakar dalam diri kita yang akan membuat kita memahami kenapa Sayyid Qutb tersenyum tenang menjelang syahid, kenapa Yusuf Qardhawi dengan tenang melanjutkan syuro ketika masih dalam keadaan lapar, atau ketika para pendahulu dakwah ini berlelah-lelah untuk sekedar menyampaikan kalimat-kalimat tausyiah bagi para pejuang yang haus akan cinta-Nya.. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada 3 AMpWed, 20 Oct 2010 03:40:59 +000040Rabu 2007 in Dakwah, Ikhwan

 

Kaitkata: , ,

(Pengalaman Kuliah di Taiwan 13) Jika Stress Selama Studi

Bismillah…

 

Sebenarnya, tulisan ini sudah semingguan yang lalu ingin di tulis. Namun baru kali ini tulisan ini bisa di buat setelah 11 hari tidak pernah meng-update blog saya. Kali ini, sedikit berbagi kehidupan saya selama setahun lebih menjadi mahasiswa Master di jurusan Teknik Sipil Taiwan Technology

 

Biasanya, selama studi, selain kita dihadapkan dengan benturan budaya yang berbeda, seperti pola hidup, makanan, budaya keseharian maupun kebiasaan, beberapa persoalan lain juga kadang membuat kita menghadapi banyak masalah selama studi. Tugas yang banyak dari Prof, paper-paper riset yang menunggu untuk di baca, hingga tugas-tugas ekstra dari Prof. yang biasanya diberikan kepada mereka yang mendapatkan “tambahan” salary selain beasiswa bulanan, selalu saja menjadi bagian dari cerita-cerita kami selama saya kuliah disini. Terlebih bagi mahasiswa PhD, 3 tahun masa beasiswa rasanya belum cukup untuk menyelesaikan beban kuliah seperti lulus 18 SKS, lulus ujian kualifikasi maupun publikasi di Jurnal Internasional. Beban-beban akademik ini memang membuat suasana hidup cukup tertekan. Berikut saya coba tuliskan beberapa cara menghilangkan berbagai beban selaa studi di sini. 

1. Travelling alias jalan-jalan

 

Bagi kalian yang hobi jalan-jalan, opsi travelling bisa menjadi pilihan. Mengambil waktu libur baik itu Sabtu atau Ahad untuk mengunjungi berbagai tempat yang menarik adalah solusinya. meski di Taiwan tempat yang menarik masih kalah jauh dengan Indonesia (pemandangan alam), bukan berarti jalan-jalan di Taiwan tidak menyenangkan. Ketersediaan fasilitas, juga kemudahan akses transportasi membuat kita sangat nyaman untuk menikmati setiap jejak perjalanan kita. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 3 AMpWed, 13 Oct 2010 02:12:56 +000012Rabu 2007 in Taiwan-Studi

 

Kaitkata: , ,

3 Wanita, 3 Cerita

Bismillah…

Perutku sudah mulai keroncongan ketika waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 malam. Seperti biasa, warung Indonesia adalah tujuanku. Kali ini, karena sepeda sedang rusak, akhirnya bus adalah alternatif yang dipilih. Perjalanannya sebenarnya cukup cepat menuju tempat makan, hanya saja, karena di jalanan lampu merah bertebaran di sepanjang perjalanan, jika naik bus menuju warung makan, maka bisa menghabiskan kurang lebih 10 menit. Ku berlari kecil menuju halte Bus, Alhamdulillah, bus No. 1 yang merupakan satu-satunya bus menuju warung Indo sedang berhenti, biasanya cukup jemu juga menunggu bus No. 1 nongol di depan kampus. Seperti malam lainnya, banyak penumpang yang selalu mengisi penuh tempat duduk meski para orang tua selalu di beri prioritas untuk mendapatkan kursi khusus buat mereka. Tak berapa lama, tiba juga di depan warung Sakura. Milik orang Indonesia (Jawa) yang menikah dengan seorang warga Taiwan asli.

Gurami goreng, sayur kangkung dan nasi. Itulah menuku. Kupilih tempat duduk yang berdekatan dengan dua ibu-ibu yang sudah bisa dipastikan adalah para TKW yang sering datang ke warung ini. Sengaja memang, biar bisa berbincang-bincang dengan mereka. Sepertinya bakat saya cepat akrab dengan Ibu-Ibu dan anak-anak masih melekat :P kalau balik ke Ternate dulu, sering jadi tempat curhatnya ibu-ibu tetangga. Walah-walah.. padahal biasanya niatnya cuma silaturahmi, eh, malah di ajak cerita soal RT mereka, sampe hal-hal yang sangat sensitif :D

“ga usah pake sumpit mas, kelamaan..” Sapa seorang Ibu muda, yang kutaksir usianya belum 40 tahun. mungkin sekitar 35 tahun. Rupanya beliau “gerah” lihat saya yang kesulitan memotong gorengan ikan gurami yang cukup keras dengan sumpit.

“Ok… baiklah bu.. Sepertinya pakai tangan lebih enak..” Sengaja kuturuti, padahal sebenarnya mau belajar make sumpit biar semakin mahir :P Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada 3 PMpSun, 03 Oct 2010 23:02:32 +000002Minggu 2007 in Taiwan-Studi

 

Kaitkata: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.