RSS

Arsip Bulanan: Desember 2010

Antara Jika dan Jika, serta Pantas dan Tidak Pantas

Bsimillah…

Dalam getaran yang berlalu seperti hari-hari sebelumnya. KAU hadir kembali menghentakkan seluruh jiwa agar tunduk kembali pada-Mu. Seperti senja yang selalu terkenang, kemudian gerimis di awal malam yang dingin dan membekukan, memoar-memoar itu kembali terjadi namun dalam bahasa yang tak biasa. Kali ini terasa berbeda. Ketika satu persatu perenungan mulai menggugurkan keangkuhanku agar lebih merasa bahwa sungguh, tak ada yang lebih mulia selain kesholihan yang berbalut dengan hati yang ikhlas dalam beramal hanya karena-Mu.

Menyadari, betapa titik-titik khilaf itu membuat diri ini semakin abu-abu jika tak ingin dibilang sebagai lumpur hitam yang pekat. Ahhh… apalagi yang paling indah selain amalan yang bercahaya, jiwa yang tersemai dan selalu tertaut dengan-Mu, mata yang senantiasa tunduk dalam pandangan ke-tawadhu-an di hadapan-Mu, serta sentuhan-sentuhan akhlaq yang mengagumkan dalam balutan kematangan pribadi di dalam diri. Keindahan itu, terasa begitu jauh untuk disentuh, apalagi jika diharap untuk kumiliki.

Lalu, haruskah kuhentikan do’a agar yang menjadi imaji itu bisa datang menghampiri ? Sedangkan kenikmatannya, jika saja diketahui oleh semua penduduk bumi, tentu mereka akan berlari menghimpunnya untuk dikumpulkan dalam pribadi-pribadi mereka, meski itu melelahkan, menjenuhkan, atau bahkan menguras habis energi yang dimiliki. Sungguh, impian ini tak boleh sedikitpun hilang dan pergi.

Sekarang, kita tak lagi berbicara soal JIKA dan JIKA, namun lebih kepada PANTAS dan TAK PANTAS. Kalau saja engkau merasa tinggi, sejatinya dirimu tak lebih hanya karakter yang hina, sebab orang yang bijak, tak pernah merasa bijak, apalagi orang yang shalih, mereka sama sekali tak pernah merasa sholih. Lalu, rasa tinggi, angkuh, merasa hebat, pantaskah kau pakai ? sedangkan sifat SOMBONG, hanya berhak dimiliki oleh-Nya.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 3 PMpTue, 28 Dec 2010 14:52:22 +000052Selasa 2007 in Taiwan-Studi

 

(Pengalaman Kuliah di Taiwan 14) Jalan-jalan ke Shihmen Reservoir

Bismillah…

Wah, sudah lama rasanya tidak menuliskan kisah studi selama disini. Banyak ide berseliweran di kepala, akhirnya menunggu pagi sengaja kutuliskan pengalaman merasakan kondisi di awal musim dingin dan suasana salah satu tempat wisata di Taiwan.

Sebelumnya, hari Sabtu sebenarnya saya berencana melakukan eksperimen untuk heating specimen Thesis saya, namun berhubung lampu di gedung lab saya sedang kena perbaikan, akhirnya seluruh arus listrik di gedung E2-Taiwan Tech dimatikan. Buru-buru kuhubungi mas Nuring untuk memastikan keberangkatan saya menuju shihmen reservoir. Jadilah, tepat pukul 12.30 siang, bersama kereta, aku dibawa menuju Zhong Li. Rute menuju Shihmen Reservoir sengaja di gunakan dari Zhong Li karena baru saja di sediakan shuttle bus untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di taouyuon, salah satunya adalah shihmen reservoir yang kami tuju.

Zhong Li station..

Karena semalam belum dapat tidur yang cukup, as usual, selalu ketiduran dalam kereta. Untungnya, terbangun ketika sampai di Zhong Li Station, tidak mengulangi kejadian sebulan lalu yang kebablasan ke stasiun berikutnya :P . Biaya Taipei-Zhong Li dengan kereta adalah 104 NT (PP). Cukup murah untuk perjalanan singkat ini. Selajutnya, sambil menunggu kedatangan mas Nuring yang agak telat 10 menitan, kuhabiskan waktuku dengan melihat-lihat kantor promosi pariwisata yang biasanya terdapat di setiap stasiun besar. Terdapat 2 orang penjaga yang sepertinya siap sedia untuk ditanya apapun. Kupilih brosur pariwisata berbahasa Inggris. Tiba-tiba membayangkan bangsa kita sendiri menyediakan informasi yang lengkap soal tempat-tampat wisata di Indonesia, pasti semakin bertambah terus para wisatwan yang berkunjung ke Indonesia. Taiwan, yang alamnya kalah jauh dengan Indonesia, bisa dengan sangat yakin mempromosikan tempat-tempat wisata mereka yang tidak terlalu indah, kenapa kita belum maksimal juga ya ? Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada 3 AMpMon, 27 Dec 2010 11:37:27 +000037Senin 2007 in Taiwan-Studi

 

Kaitkata: ,

Mimpi Yang Tak Tergapai

Bismillah…

Di setiap kemungkinan yang tersedia, selalu ada banyak kesempatan untuk memberi kita ruang dalam belajar. Entah ia sedikit menyengat kesadaran kita, atau menghentakkan rasionalitas kita pada keterpurukan terhebat. Tetaplah, setiap kejadian sejatinya ia memiliki kelayakan yang sangat pantas untuk dimaknai. Maka seperti itulah gugusan hikmah yang Allah sediakan untuk kita.

Sebuah kalimat sederhana pernah terdengar dan sangat berkesan bagi saya.. “Entah itu kesalahan yang pahit, kekhilafan yang terlampaui pekat, sebuah kejadian, tetaplah kejadian. Dia hadir bukan hanya sekedar memberi setitik warna dalam kehidupan kita, namu juga menjadi kesempatan yang besar buat kita agar mampu belajar. hanya saja, BAGAIMANA, kita memetik hikmahnya adalah kunci dari setiap langkah yang akan kita tapaki kedepannya, apakah ia seputih mutiara ? atau masih sepekat lumpur hitam yang kotor ?”

Dan ketika kita mencoba meraba segala bentuk kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, maka yang akan kita temukan adalah KETAKUTAN, kalau saja apa yang akan ada dihadapan kita tak sesuai dengan HARAP yang pernah ada, atau apa yang akan terjadi nanti tak seindah BAYANGAN kita, atau, bisa saja, justru kemungkinan-kemungkinan yang hadir dalam IMAJI kita, suatu waktu, takkan pernah terjadi. Maka terjadilah KEKECEWAAN. Keterpurukan yang mendalam karena harapan yang membumbung tinggi. Untuk kasus ini, saya akan menyetujui “Bahwa bermimpi.. janganlah terlalu tinggi…” namun jika dipahami, kalimat ini hanya untuk berlaku untuk orang yang BERHARAP pada dunia dengan sepetak HARAP yang terlalu diingini. Jika ini engkau miliki, maka jangan sesali, jika akhirnya segala sesak hadir di dalam diri. Karena memang, sedari awal, yang kau ingini, tak lebih dari ejawantahan nafsu yang kau atasnamakan MIMPI. Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by pada 3 AMpMon, 27 Dec 2010 05:01:10 +000001Senin 2007 in Ikhwan, Ilmu-Islam

 

Kaitkata: ,

Mungkinkah ?

Bismillah…


Dalam lakuku yang tak seindah kata

Juga amalku yang tak sebersih senja

Layakkah aku untuk sekedar menulis asa dalam larian cita ?

 

Hingga kalaupun, aku masih merasa

Bahwa diri ini sungguh tak pernah layak untuk sekedar berkaca pada purnama

Masihkan sedikit kemungkinan akan selalu ada dan tersedia ?

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 3 PMpWed, 22 Dec 2010 15:38:39 +000038Rabu 2007 in Puisi

 

Kaitkata:

Tulisanku di Dakwatuna

Bismillah…

Alhamdulillah, kira-kira sebulan lalu, saya iseng mengirimkan artikel-artikel saya yang biasa secara berkala saya terbitkan via blog almuhandis ini. Sebelumnya, saya berencana ke eramuslim, namun karena kebingungan cara registrasinya akhirnya dakwatuna menjadi pilihan. Selang beberapa minggu, di gmail saya tertulis sebuah pesan,

Assalamu’alaikum wr. wb.

Jazakumullah khair atas kirimannya. Silakan kirim foto pribadi via email ke :
jika ingin dimuat di:
Wassalamu’alaikum
a.n Hendra
 
9 Comments

Posted by pada 3 AMpFri, 10 Dec 2010 03:53:36 +000053Jumat 2007 in Me, Taiwan-Studi

 

Kaitkata: ,

(Catatan Singkat – 4) Seni Ber-do’a

Bismillah…

Tak cukup hanya dengan kesungguhan hati meminta. Do’apun ada seninya. Puji-pujian untuk-Nya dan Rasul-Nya adalah pendahulu dari segala pintamu, kemudian, iringilah ia dengan kalimat ampunan dan pertaubatan, lalu tutuplah dengan segala tumpukan harapanmu. Jangan lupa untuk mensucikan tubuhmu, memperhatikan waktu do’amu, dan tempat dima…na engkau berdo’a. Jika masih belum berbalas, pakaikanlah makna “baik sangka” kepada-Nya, karena buah kesabaran memang selalu indah.

Kalaupun di waktu berikutnya, baik sangka-mu itu mulai berkarat. Maka yakinkanlah di dalam dirimu, bahwa masih banyak cela dan noda yang melekat dalam hatimu. Ia menjadi penghalang terkabulnya do’a-mu, sebab kekotoranmu yang pernah terjadi dahulu, bisa jadi menjadi hambatan naiknya do’a-do’a-mu menuju langit-Nya.


Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 3 AMpThu, 09 Dec 2010 05:13:54 +000013Kamis 2007 in Ilmu-Islam

 

Kaitkata: ,

(Catatan Singkat – 3) Makna Kebersamaan

Bismillah…

Indahnya kebersamaan, selain dengan kuatnya ukhuwah yang tersemai, juga terasa ketika kita saling mengurangi beban sesama saudara. Ketika senyum mereka menjadi penawar bagi kesempitan-kesempitan yang terasa, ketika kehangatan do’a mereka menjadi pengobat jiwa yang mungkin sedang luka. Begitulah cara Allah membagi hikma…h-Nya bagi kita. Lalu, masih pantaskah diri kita tak mau saling menopang, sedang satu tubuh selalu tak sanggup mengemban banyaknya amanah ?

Pun ketika banyaknya cerita yang mesti kita tulis dibilangan hari yang terhampar. Bilamana waktumu untuk sekedar fokus telah tersita dengan berbagai macam langkah yang mau tak mau harus kau kerjakan, selalu tanamkanlah di dalam dirimu. Bahwa bahagia dan kelapangan hadir itu, selalu terbersamai dengan yang namanya pengorbanan dan kelelahan-kelelahan yang menyertainya. Semuanya takkan pernah terasa, selagi kau hanya duduk dan menumbuhkan dirimu sendiri, walau akhirnya, kau selalu berkata, bahwa selalu akan banyak kontribusi jika saya bekerja dengan caraku sendiri.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada 3 PMpThu, 02 Dec 2010 22:54:43 +000054Kamis 2007 in Ikhwan, Ilmu-Islam

 

Kaitkata: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.