RSS

Arsip Penulis: almuhandis

Tentang almuhandis

Selamat Datang di halaman Ario Muhammad... Hanya sebuah blog sederhana untuk menuangkan cerita sederhana yang terangkum dalam hidup saya yan

Dialog Siang Bolong

Bismillah..

Suatu waktu, seperti biasanya kalau saya sedang di lab, maka by YM adalah sarana diskusi saya sama Istri. Baru sadar ternyata dialog-dialog seperti ini sering sekali terjadi.

ario_ph : ayah lupa Hp kayaknya.. (Biasanya beliau memanggil sy ayah instead of abi)

ario_ph: coba cek nduk (saya lebih suka manggil dia “nduk” :P )

ario_ph: di idupin aja ya

ratih_nea: astaga

ratih_nea: wkwkwk Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada 3 PMpThu, 10 May 2012 16:45:00 +000045Kamis 2007 in Taiwan-Studi

 

Kaitkata: , ,

Beginikah Kita?

Bismillah…

Al-qur’an berukuran sedang ini masih ku pegang. Tiba-tiba hati bergetar. Teringat betapa diri ini miskin Ilmu. Jiwa ini merindu ilahi, tapi jiwa seakan masih sedikit dalam mengabdi. Hafalan al qur’an yang masih setengah-setengah. Keinginan memperdalam ilmu agama yang masih jauh dari sempurna. Lalu bagaimana kita mau menjadi da’i? sedangkan majelis-majelis ilmu hanya hadir dalam sepantaran waktu yang tak berkualitas.

Sore ini, ada azzam yang begitu kuat telah hadir. Tapi masihkah akan bertahan ketika dunia mulai mengambil porsi yang begitu banyak di dalam hati? Ahh.. Kita begitu giat mengais ilmu dunia, sedangkan ilmu akhirat masih menjadi bahan-bahan diskusi ringan tanpa ada keseriusan. Lalu dengan bekal apa kita ingin menjadi da’i?

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada 3 AMpWed, 18 Apr 2012 08:39:41 +000039Rabu 2007 in Dakwah, Ikhwan, Ilmu-Islam

 

Kaitkata: , ,

Selamanya Cinta

Bismillah…

Aku lupa, bahwa dulu, banyak syair yang lewat tanpa makna. Banyak lirik yang terdengar hanya lewat saja. Tanpa ada rasa, tanpa ada bekas, apalagi berharap ia mampu menggetarkan jiwa. Namun kini, ada banyak yang berbeda. Ada rasa yang tertumpah ketika lirik “walau kita jauh…” yang keluar dari suara manis Andre Hehanusa, ada getaran yang menjiwa ketika lirik “adakah cinta yang tulus kepadaku..?” mulai mengalir pelan di penghujung malam. Aku kemudian menyadari, bahwa dunia ini telah terisi oleh cinta. Sepenuhnya cinta, bahkan selamanya cinta.

Aku lupa, bahwa dulu kamu adalah asing bagiku. Begitu juga aku. Namun kini kata asing itu semakin pergi menjauh. Kita semakin menyatu, semakin padu. Apa yang mau ku kata ketika rasa sayangmu padaku semakin hari semakin nyata. Apa lagi yang mau aku koreksi, jika setiap lebihmu melengkapimu. Bahkan kurangmu, membuatku bersukur memilikimu. Tahukah kamu, bahwa sepenuhnya cinta, bahkan selamanya cinta telah kuat mengakar di dalam dada? Menikmati paras teduhmu ketika tidur lelap, senyum ceriamu ketika bermain bersama si kecil di rahim-mu, hingga bahkan kesal tanpa senyummu adalah warna-warna hari yang tak bisa aku tukarkan dengan apapun. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada 3 PMpMon, 05 Mar 2012 17:27:32 +000027Senin 2007 in Me, Puisi

 

Kaitkata: , ,

Sebuah Pertanyaan

Bismillah…

Hendak ku mulai mengukur diri. Melihat sejarah yang penuh cahaya di ribuan tahun lalu. Ketika gigilan Sang Manusia mulia terhamburkan dalam pelukan Khadijah Sang Mujahidah Sholehah sembari lirih berkata “Selimuti aku.. Selimuti aku..”. Keringat dingin keluar dari tubuhnya ketika menyaksikan Jibril datang di antara langit dan bumi, mengirimkan pesan dari Allah sembari menisbatkannya sebagai utusan pembawa RIsalah cinta dari Tuhan untuk dunia. Maka Sang Manusia Mulia ini, telah mengajarkan kita sesuatu, bahwa membawa kata-kata Tuhan ke bumi itu bukan perkara ringan, maka tak sepantasnya kita meringan-ringankan pekerjaan itu, sedang Sang Rasul mulia meletakkan keseluruhan hidupnya untuk jalan ini. Jalan dakwah yang (katanya) kita adalah bagian darinya…

Aku juga mulai menelaah pengorbanan Abu Bakar Ash-sidiq, generasi awal sahabat paling mulia yang membawa Risalah nabi dengan keindahan akhlaq-nya. Bukan hanya akhlaq-nya, tapi ia adalah sosok berwibawa dan paling jujur di kalangan quraisy meski status sosialnya paling rendah di antara mereka. Perangainya yang santun, hatinya yang lembut, dan jiwa sosialnya yang begitu kuat mampu menggulirkan dakwah dalam sebuah proses yang luar biasa. Dengan hasil yang cemerlang tiada terkira. Dialah seorang yang membenarkan Rasul, ketika yang lain tidak. Dialah tonggak gerbang masuknya beberapa sahabat mulia yang kemudian mengindahkan jazirah arab dan dunia hingga kini. Darinya, setidaknya kita belajar, bahwa dakwah itu KETELADANAN, dakwah itu harus dilakukan oleh mereka yang perangainya mulia, oleh mereka yang dekat dengan bangsanya, oleh mereka yang benar-benar paham seluk-beluk lingkungannya. Dakwah itu sebuah totalitas yang tak bisa main-main dijalankan. Ia harus purna, tak terbatas oleh ruang juga waktu. Ia harus selalu ada seburuk apapun kondisi kita.

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada 3 PMpSun, 08 Jan 2012 12:30:10 +000030Minggu 2007 in Dakwah

 

Kaitkata: ,

(Kumpulan Twitt) Kenangan Kisah Pernikahan Saya

Bismillah..

Sharing perjalanan “gila” ketika menjelang dan masa2 awal nikah ah.. #Nikah

Waktu akad sudah di tetapkan, 2 Juli 2011, tapi jadwal sidang Thesis belum ada. Bingunglah saya. Tapi ya sudahlah nekat aja, lulus g lulus, PULANG #nikah

Akhirnya, dengan bekal do’a dan usaha yang habis2an, 2 pekan sebelum hari akad, jadwal sidang saya keluar. tepatnya 19 Juli 2011 #nikah

Saya akhrnya meyakinkan istri bahwa saya akan lulus, tapi kmngknan 1 pekan setelah #nikah harus pisah selama 1 bulan. Alamaaak.. :D

Sebulan menjelang kepulangan saya, 25 juni 2011, adalah malam2 “gila”. Tidur di lab 2 minggu, makan tak teratur, alhasil saya kena herpes zoaster #nikah

Saya off riset hampir2 pekan, off aktivits keluar kota juga. Banyak di pake merenung, tapi tambah yakin, sebentar lagi masa bahagia itu tiba #nikah

Prof. saya masih belum puas dengan riset saya sampe ktika saya nikah. Jadi, selama pulang nikah itu, saya belum pasti bisa LULUS #nikah

Sy janji ke Prof. “I will finish the writing of my Thesis in Indonesia”, but he replied “I’m sure, u can not finish it”. #nikah

Mngkn dy tahu, kalo masa bulan madu itu masa terindah, jd nda akan ingat yg lain.. nda percaya? rasakan sendiri :P  #nikah

sy smpt mngrjkn thesis sekali, 2 hari sblm #nikah, tp begitulah, hasilnya NOL BESAR. Pesan moralnya, JANGAN #nikah PAS LG PUNCAK THESIS

di tgh keraguan sy lulus atau tdk, akhrnya, tgl 25-06-11, sy kmbl ke Indonesia, dan uniknya,Istri jg pulang ke Indo tgl segitu #nikah

Secara tak sengaja kami balik sama2, tapi beda maskapai dong. Sy Chatay, beliau Garuda. yg jelas naik Garuda lbh asyik #nikah

sedari awal, kami berencana tdk barengan pulangnya, tp jadinya barengan jg. Sy tiba pukul 8 malam di SBY, beliau jam 11 malam #nikah Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by pada 3 AMpTue, 27 Dec 2011 09:10:14 +000010Selasa 2007 in Me

 

Kaitkata: , ,

Senyawa Keabadian

Bismillah…

Di senja yang berkemilau. Pengangan tanganmu yg erat sungguh masih membekas hingga kini. Tentu saja, ia adalah rahasia yang tak bisa dibahasakan dengan prosa terindah dimanapun. Karena momen yang berharga itu, selalu takkan terganti. Senja antara Malang-Surabaya telah menjadi potret manis tentang kita berdua. Hingga sampai detik inipun aku masih merasainya. Meresapi getarannya.

Di dingin Batu Malang yang pekat, kita pernah beradu manja dalam kerlingan rasa yang memabukkan. Setelah sujud panjang bersama menunggu mentari menjadi purna. Kau menjelma bak pelangi penghias langit di kala hujan mereda. Gelora itu begitu luar biasa, sampai detik inipun, kesannya masih begitu terasa. Beginikah rasanya jika cinta telah merenggut habis semuanya? hingga tak ada lagi kesal yg meresak masuk ke dalam dada, namun yg tersisa adalah kenangan tentangmu yg selalu indah dan mempesona.

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada 3 AMpFri, 09 Dec 2011 07:03:14 +000003Jumat 2007 in Me, Puisi

 

Kaitkata: , ,

(Cerpen) Beginikah Cinta? (1)

Aku berlari dengan nafas memburu. Otakku seakan berhenti berpikir, dada sesak, penuh, semua sesal dan sedih berkecamuk jadi satu. Kususuri jalanan kampus yang masih sedikit basah karena hujan kemarin malam. Aku benar-benar kalut. Bingung. Pikiranku mulai bergumam sendiri dengan batinku.

“Beginikah jadinya? Beginikah rasanya mengakhirkan harapan?

Beginikah rasanya menghentikan cinta yang sudah terlanjur dalam?.

Aku harus berkata apa? Bertanya pada siapa?”

Jalanan ini tentu saja takkan memberi jawab. Sore menuju senja yang selalu indah ini tentu saja takkan menenangkanku. Aku tak bisa berbuat apa-apa selain kekalutan yang luar biasa menghinggapi dada.

“Haruskah melepasmu cinta? Melepas segala rasa yang tumbuh subur merekah hingga kini dan entah kapan berakhirnya?

Haruskah ku bunga jauh-jauh penggal harap yang entah kenapa masih membuatku sesak ketika kutahu aku tak bisa memilikimu cinta?

Haruskah aku membalikkan semua waktu agar perasaan ini tidak pernah ada di dalam diri? Atau setidaknya..

Ahh.. Allah.. mungkinkan kau ijinkan aku mengembalikan kekosongan jiwa agar yang terisi hanya KAMU? Hanya KAMU ya Rabb.. Hanya KAMU.. hanya KAMU yang kucinta. Mungkinkah ya Rabb?”

Dadaku semakin sesak. Air mata lagi-lagi dengan tak sopannya keluar tanpa pernah mau kuperintahkan. Aku laki-laki, dan kini aku menangis.

“Aku benci dengan perasaan ini. Benci dengan keadaan ini.

Aku sadar aku harus bangkit. Tak boleh lemah hanya karena kehilangan kesempatan merealisasikan harapku.

Aku tak boleh kalah, hanya karena imaji yang sedari dulu kubangun akhirnya pergi dan menghilang tanpa bekas. Aku benci dengan semua perasaan yang telah porak-poranda ini. Aku harus bangkit. Tak boleh seperti ini.”

Kukuat-kuatkan hatiku agar tetap seperti dulu. Tenang dan segar. Namun percuma. Setiap larian kecilku mengelilingi kampus hijau ini, membuatku semakin tergugu. Pikiranku tak bisa untuk kuhentikan dalam mengingat sang permata jiwa. Semua kenangan seperti tergambar jelas dibenakku. Kenangan tentangnya semua menyeruak tanpa tahu betapa aku sakit ketika mulai mengingatnya. Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by pada 3 AMpTue, 06 Dec 2011 06:27:14 +000027Selasa 2007 in Me

 

Kaitkata: ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.